Nasya memerinci, jumlah pengunjung pada bulan Januari 14.519, Februari 7.210, Maret 5.520, April 557, Mei 32.976, Juni 2.067, dan pada bulan Juli tercatat 1.392 wisatawan.
"Jadi jumlah pengunjung Desa Wisata Kampung Dayun hingga bulan Juli tahun 2022 tercatat ada sebanyak 64.241 wisatawan," kata, Nasya Nugrik, Rabu (24/8/2022).
Ia merasa terharu bercampur bangga, lantaran Kampung Dayun dikunjungi Sandiaga Uno. Menurutnya kedatangan Menparekraf bisa menjadi motivasi generasi selanjutnya untuk membangun desa.
"Alhamdulillah, kami merasa terharu dan bangga, Kampung Dayun yang dulu merupakan kampung terbelakang, kini bisa di pandang orang. Semoga kedatangan Pak Menteri membawa berkah buat Dayun dan menjadi motivasi buat generasi sekarang dan akan datang," kata Nasya Nugrik.
Ia menjelaskan, untuk memajukan objek wisata yang dikelolanya, pihaknya bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Dispar Kabupaten Siak, dan stakeholder lainnya, terus bersinergi dalam mengoptimalkan 7 unsur dalam penilaian ADWI.
Adapun 7 unsur penilaian itu adalah, Daya Tarik Pengunjung, Homestay, Digital dan Kreatif, Souvenir, Toilet Umum, Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE), dan Kelembagaan Desa.
Kampung Dayun memiliki sejumlah objek wisata di antaranya kawasan wisata Embung Terpadu.
Keberadaan embung buatan seluas 6.000 m2 dengan kedalaman 1,5 hingga 2 meter menjadi cikal bakal pengembangan pariwisata berbasis edukasi di Desa Wisata Dayun.
Embung ini awalnya difungsikan sebagai sumber air, guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Dayun dan Siak.
Seiring karhutla yang menurun pada tahun 2019, kawasan ini kemudian sedikit terbengkalai. Namun, dengan ide dan kreativitas serta kolaborasi pemerintah setempat bersama masyarakat didukung dunia usaha, akhirnya kawasan ini direvitalisasi di tahun 2021.
Keberadaan embung selain sebagai destinasi wisata juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat juga wisatawan untuk dapat menjaga alam dan menjaga terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kawasan embung terpadu ini telah menjadi perhatian Menparekraf Sandiaga Uno. Ia terus mendorong kawasan embung terpadu ini dapat terus berinovasi, beradaptasi, berkolaborasi menampilkan pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan.
"Ini menjadi semangat bukan Indonesia membangun desa tapi desa yang membangun Indonesia, yang memberi inspirasi bagi kita semua," kata Menparekraf Sandiaga, Sabtu (20/8/2022) di Desa Wisata Dayun.
Untuk menuju Desa Wisata Dayun dari Ibu Kota Provinsi Riau di Pekanbaru, jarak tempuhnya 81 kilometer atau 1 jam 45 menit, berkendara menggunakan sepeda motor atau mobil.
Desa Wisata ini sebelumnya merupakan desa tertinggal. Kemudian, kategori desa itu naik menjadi desa berkembang, desa maju, dan saat ini telah menjadi desa mandiri.
Pada ajang ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Desa Wisata Dayun mampu bersaing dengan 3.419 peserta desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia. Desa Wisata Dayun berhasil lolos 50 besar tingkat nasional mewakili Riau.
Pencapaian ini tentunya motivasi untuk tetap bisa mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia bangkit.***mcr/urc/Inf

